buat yang punya motor coba liat jarum skep bensinnya
punya saya bensinnya setelah pindahin posisi skep ketengah2 atau ke deret 3 jadi 2kali lipat. lumayan irit
kayaknya berlaku untuk semua motor yang punya karburator
http://mulyantogoblog.wordpress.com/2008...at-bensin/
[F1ZR] Tips Karburator : Akhirnya Hemat Bensin
Dua bulan lalu hasil servis motor tidak memuaskan, seting karburator boros habis. Membuat saya bereksperimen sendiri di :
The contents of this section are hidden for your group
Sabtu lalu kembali servis di tempat yang sama cuman beda mekaniknya. Saya minta karburator diset hemat. Hasilnya tetap 1:25. Tapi saya lihat, frekuensi stasioner-nya masih bisa diturunkan jadi saya bereksperimen lagi. Yang saya ubah hanya kran udara dan kran bensin. Pada karburator Mikuni, kran udara terletak di pinggir, yaitu baud lurus. Kran bensin terletak di tengah yaitu baud kembang. Standard pabrik kran udara dibuka 1 1/2 putaran, saya buka hingga 2 1/2 putaran. Kemudian putar kekanan kran kembang hingga frekuensi stasioner sangat rendah (hampir mati).
Setting kedua kran ini memang membingungkan, kenapa? membuat frekuensi stasioner rendah berarti memperbesar aliran bensin. Mestinya jadi lebih boros kan. Akan tetapi memperkecil kran bensin malah menaikan frekuensi stasioner.
Menaikan stasioner berarti terjadi pembakaran lebih sering, akibatnya BBM malah lebih boros. Nah loh???
Misalkan:
Total BBM yg dibakar = B
Volume asupan BBM tiap dibakar = V
Frekuensi pembakaran = F
Misalkan pada konsumsi 1:25 nilai variabelnya adalah sbb:
B(0) = V(0) x F(0)
Asumsi V(0) = 50, dan F(0) = 2 maka B(0) = 100.
Kemudian kran/baud bensin diputar keluar (kekiri, counter clockwise) yang berarti memperkaya bensin atau meningkatkan V sebanyak 10 % ( V(1) = 60) sehingga frekuensi stasioner berkurang setengahnya menjadi 1 ( F(1) = 1). Maka B(1) = V(1) x F(1) = 60 x 1 = 60. Nah loh malah jadi hemat 40 % !.
Memang hasil eksperimen sementara ini kelihatannya menghasilkan pemakaian 1

5 atau hemat 30 %.
Sebenarnya konsumsi bensin tidak hanya dipengaruhi oleh kedua kran ini tapi oleh bagian berikut :
1. pilot circuit
2. throttle valve
3. needle jet and jet needle
4. main jet
5. choke circuit
Setiap bagian menyumbang BBM dengan komposisi berikut:
Bukaan Gas———– Bagian Penyumbang
0 – 1/16 ————— 1. Pilot Circuit
1/16 -1/4 ————— 1. Pilot Circuit, 2. throttle valve
1/4 -1/2 ————— 1. Pilot Circuit, 2. throttle valve, .3. needle jet
1/2 -3/4 ————— 1. Pilot Circuit, 2. needle jet, 3. main jet
3/4-full—————– 1. Pilot Circuit, 2. main jet
Terlihat bahwa pilot circuit ada di semua bukaan gas!. Kebetulan pilot circuit ini yang paling mudah diset tanpa bongkar2 karburator. Cara setting pilot circuit yah atur bukaan kran bensin dan kran udara. Kalau pilot jet-nya susah. Musti ganti pilot jet, pilot jet biasa berharga sekitar 15 ribu. Yang racing berharga 25 ribu. Tapi mengganti pilot jet musti hati-hati, karburator bisa jadi tidak selaras.
Kalau mau belajar lebih lanjut tentang karburator, sillahkan baca disini :
The contents of this section are hidden for your group
Update 18 Desember 2008
The contents of this section are hidden for your group
“Kemudian kran/baud bensin diputar keluar (kekiri, counter clockwise) yang berarti memperkaya bensin atau..”
Koreksi, kran/baud bensin diputar keluar (kekiri, counter clockwise)
bukan memperkaya bensin. Tapi membuat jet needle semakin jatuh dan mempersempit alur bensin dalam needle jet. Berrarti mengurangi konsumsi bensin.
The contents of this section are hidden for your group