Jakarta - Selama 2 bulan lebih, mobil irit BBM mahasiswa Indonesia yang mengikuti lomba irit BBM di Malaysia harus tertahan di pelabuhan Bea dan Cukai. Kabarnya untuk mengeluarkan mobil ini, mahasiswa harus mengeluarkan kocek sampai berpuluh-puluh juta rupiah.
Hal ini berarti mobil ini disamakan dengan mobil komersial yang ditujukan untuk dijual dengan bea impor yangtinggi, padahal mobil irit BBM ini murni untuk kepentingan lomba yang tentunya membuat nama bangsa ini harum.
"Ini memang indikasinya begitu, kita enggak punya duit, makanya ditahan," ujar mahasiswa Teknik Mesin ITB Willem Lawrence, kepada detikOto, Selasa (11/10/2011).
MenurutWillem, 10 mobil itu dikirim dari Kuala Lumpur pada bulan Agustus 2011 oleh satu perusahaan pengirim. "Perusahaan pengirim itu bertanggung jawab mengirimkan semua mobil yang mengikuti lomba kembali ke negara masing-masing," ujarnya.
Dari semua negara yang mengikuti lomba itu, hanya tim dari Indonesia yang belum memperoleh kembali kendaraannya.
"Kejadianini mengulang tahun lalu, dulu mobil-mobil kami juga sempat ditahan. Tahun lalu memang perusahaan pengirim tidak memiliki sertifikasi (untuk melakukan ekspor impor), namun tahun ini perusahaan yang dipilih untuk mengirim mobil sudah memiliki sertifikasi," ujarnya."Kenapa sudah sampai di Bea dan Cukai, kok tidak bisa keluar," timpalnya lagi.
MediaRelation PT Shell Indonesia Sri Wahyu Endah yang mendampingi tim mahasiswa mengikuti lomba di Malaysia mengaku prihatin dengan kejadian ini.
"Tentunya kami memprihatinkan hal ini terjadi kembali. Kita mengurus ke pengirim, semua surat sudah dipenuhi sebelum keberangkatan. Saya pikir tidak ada masalah, ternyata tiba-tiba tidak bisa keluar dari gudang, sementara negara lain sudah menerimanya," ujarnya.
Padahal,lanjut Endah, mahasiswa ini harus kembali belajar dan memodifikasi lagimobil irit mereka agar bisa mengikuti lagi lomba irit BBM berikutnya tahun depan.
"Dengan kembalinya lebih cepat mereka bisa memodifikasi dan memperbaiki kekurangan. Ini kan perlu waktu mereka juga kuliah, harusnya lebih cepta dikembalikan, biar mereka bisa fokus," tuturnya.
Dirjen Bea dan Cukai Agung Kuswandono ketika dihubungi detikOto lewat telepon selulernya belum bisa dimintai pendapatnya soal
hal ini.
Salah satu kendaraan irit BBM milik UI yang di tahan oleh pihak Bea Cukai, yang bernama "
Garuda Kesavha Evolution"
Sasis: Semi monocoque
Bodi: fiberglass
panjang tinggi dan lebar: 273 cm, 80 cm dan 80 cm
wheelbase: 187 cm
berat tanpa pengemudi: 50 kg
rim: 14 inci
mesin: Suzuki Smash Titan 115 cc
Bahan bakar: bensin
Target di SEM: 1.000 km per liter
Register
Quote:Walah parah nih bea cukai 
....padahal mobil-mobil itu bukan untuk tujuan komersil.kok semuanya mesti UUD (ujung-ujungnya duit 
:money
Bagaimana kita mau maju kalau pemerintah gak ada sedikit pun menghargai hasil karya anak bangsanya sendiri...
