Saya tidak main-main dan tidak sedang menjerumuskan anda ke jalan yang sesat dan di murkai tuhan. Tapi sebaliknya, saran saya ini sangat bermanfaat bagi tumbuh kembang anak anda, dan sekaligus anda sendiri. Maka, ajarkanlah anak anda mencuri, atau suruhlah anak anda mencuri, sekarang juga!
Karena kenapa? Mari kita lihat fakta berikut ini
beberapa minggu belakangan indonesia geger heboh oleh kasus Aal, seorang anak berusia 15 tahun, yang menjadi pesakitan di kursi pengadilan karena ulahnya mencuri sandal jepit. Hebohnya indonesia dikarenakan anak tersebut masih anak-anak. Karena kalau anak tersebut sudah bukan anak-anak tentu saja tidak di sebut anak malainkan bapak, kakek, dan lain-lain.
Selanjutnya, kehebohan tersebut berlangsung dengan dramatis, karena segenap manusia di penjuru republik indonesia kasih simpati(bukan telkomsel) pada AAL. Ada yang mengumpulkan seribu koin untuk AAL, ada yang mengumpulkan 1 triliun sandal jepit untuk AAL, ada yang meminta Kapolri lengser dari jabatanya karena menangkap AAL, ada yang menghujat-memaki briptu Rusdi karena telah menagkap AAL, dan… AAL pun menjelma menjadi anak superstar. Di sanjung-sanjung, di dukung, di elu-elukan, di bela, bahkan tidak menutup kemungkinan AAL sebentar lagi akan di angkat menjadi DUTA MALING ANAK INDONESIA.
Tahukah anda, hidup AAL kini berubah drastis 180 derajat, dia menjadi begitu familiar dan gampang di kenali, gampang, masuk sekolah dan universitas favorit, gampang mengajukan beassiswa, dan banyak kemudahan dan keuntungan yang di dapat AAL setelah mendapat simpati dari segenap warga negara indonesia dan dunia. Bahkan kalau begini ceritanya, AAL kelak ketika dewasa sudah relatif lebih gampang mencalonkan jadi bupati, gubernur, presiden, bahkan sekjen PBB.
Itu fakta pertama. Fakta kedua, datang dari gowa sulsel. Seperti di sebutkan TVONE dalam program apakabar indonesia kamrin sore, seorang anak berusia 16 tahun berinisial DA terpaksa menjalani sidang karena ulahnya mencuri besi tua. Yang membuat kasus ini menjadi spektakuler adalah, turunya kepala dinas sosial sulsel, yang menghimbau pengadilan agar membebaskan anak tersebut dari jeratan hukum, atau memberikan anak tersbut ke panti sosial agar anak tersebut dapat melanjutkan sekolah, berhubung anak tersebut sudah putus sekolah.
Nah, dari sedikit fakta di atas, sudahkah terbuka mata dan jiwa anda betapa pentingnya mencuri bagi anak-anak?
Kalau belum silahkan baca sekali lagi. Tapi segala keuntungan tersebut bisa di dapat dengan satu syarat saja, yaitu anak anda harus tertangkap polisi. Jangan sampai tidak, karena kalau tidak tertangkap, anak anda hanya akan membawa pulang sepasang sandal jepit dan 2 kg besi tua.
Selamt siang. Budayakan budaya mencuri.!
http://edukasi.kompasiana.com/2012/01/17...a-mencuri/